Selamat datang di Sistem Informasi Fasilitas Keselamatan Jalan Raya
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu

Pada awalnya masalah keselamatan jalan hanyalah permasalahan di bidang transportasi. Namun pada saat ini keselamatan merupakan bagian dari masalah kesehatan dan masalah sosial kemasyarakatan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan milineum (Milenium Development Goal), bahkan keselamatan saat ini diusulkan juga menjadi bagian dari Hak Azasi Manusia (road safety is a part of the human right issue).

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan sosial terbesar di dunia. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) menunjukkan Negara China menempati urutan pertama negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat kecelakaan lalu lintas, disusul India, Nigeria, Brasil, dan Indonesia.

Indonesia justru menempati urutan pertama peningkatan kecelakaan menurut data global status report on road safety yang dikeluarkan WHO tahun 2009, kecelakaan lalu lintas telah merenggut nyawa 1,3 juta penduduk setiap tahunnya, dan 20 hingga 50 juta jiwa mengalami luka-luka lebih dari 90% korban kecelakaan yang tewas dan luka-luka terjadi di Negara dengan per kapita rendah dan menengah seperti Indonesia. Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 80 persen. Jika hal ini dibiarkan, diperkirakan jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal akan mencapai 1,9 juta jiwa di tahun 2020.

Di ASEAN, Indonesia duduk di peringkat ketiga negara di ASEAN dengan jumlah kecelakaan lalu lintas paling tinggi. Kecelakaan lalu lintas di jalan merupakan pembunuh terbesar nomor tiga di Indonesia setelah penyakit jantung koroner/iskemik dan tubercolosis.

Data dari Kementrian Perhubungan penyebab utama kecelakaan lalu lintas: 1) Kondisi kendaraan yang tidak laik jalan; 2). Kelelahan fisik pengemudi; 3) Minimnya fasilitas keselamatan (perlengkapan) jalan. Sekitar 67% korban kecelakaan ada usia produktif (22-50 tahun), sekitar 400.000 korban dibawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, rata-rata kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya.

Berdasarkan data dari Polda Kalimantan Selatan tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2014 sebanyak 807 kasus, korban yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 668 orang, korban luka berat 244 orang, korban meninggal dunia sebanyak 531 orang. Sedangkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 641 kasus, korban yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 393 orang, korban luka berat 262 orang, korban meninggal dunia sebanyak 449 orang.

Data dari Polres Kabupaten Tanah Bumbu menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2014 sebanyak 49 kasus, korban yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 16 orang, korban luka berat 22 orang, korban meninggal dunia sebanyak 36 orang. Sedangkan tingkat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun 2015 mengalami kenaikan sebanyak 63 kasus, korban yang mengalami luka ringan tercatat sebanyak 27 orang, korban luka berat 37 orang, korban meninggal dunia sebanyak 47 orang.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 25 ayat 1 bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan berupa: rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, alat pengendali dan pengaman pengguna jalan, alat pengawasan dan pengamanan jalan, fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, penyandang cacat, dan fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar badan jalan. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu bahwa pemasangan fasilitas keselamatan atau perlengkapan jalan sampai dengan tahun 2016: rambu lalu lintas sebanyak 252 unit, traffic light sebanyak 1 unit, delineator sebanyak 100 unit, guardrail sebanyak 80 unit, Rambu Pendahulu Petunjuk Jalan (RPPJ) sebanyak 23 unit, warning light sebanyak 10 unit, dan marka jalan sepanjang 44.260 M’. Pengelolaan fasilitas keselamatan atau perlengkapan jalan Pada Seksi Manajemen Rekayasa Lalulintas Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu selama ini masih manual yaitu hanya jumlah fasilitas keselamatan jalan yang terpasang saja, namun belum ada sistem informasi yang dimanfaatkan untuk pengelolaan fasilitas keselamatan jalan agar lebih meningkatkan kinerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu dalam mewujudkan pengurangan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Dengan sistem informasi pengelolaan fasilitas keselamatan jalan raya (SI FAJAR) maka diharapkan proses pengelolaan fasilitas keselamatan jalan pada seksi manajemen dan rekayasa lalu lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika Kabupaten Tanah Bumbu dapat lebih optimal dan efisien sehingga dapat meningkatkan kinerja Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Tanah Bumbu dalam mewujudkan sistem transportasi yang tertib, aman, lancar, dan selamat.